Dinasti Khalifah Islam

Setelah masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin di bawah panji-panji islam, pusat pemerintahan islam berganti . Namun, perkembangan dan pengaruh islam keseluruh penjuru dunia tidak terhenti. Dinasti-dinasti khalifah keturunan keluarga terkemuka anggota suku quraisy muncul menggantikan dan melanjutkan kegemilangan islam dalam sejarah peradaban dunia.
Dinasti-dinasti tersebut ialah , dinasti umayyah di suriah (661-750), Dinasti Abbasiyah di Irak (750-1258), hingga dinasti fatimiyyah di Mesir (909-1171), dinasti-dinasti itulah yang muncul melanjutkan pemerintahan islam.
Dinasti khalifah pertama, bani umayyah ada salah satu keluarga terkemuka mekkah anggota suku Quraisy. Muawiyah dari Bani Umayyah diangkat menjadi gubernur di wilayah suriah semasa pemerintahan khalifah Usman bin Affan. Setelah itu Muawiyah berhasil mengganti kedudukan kholifah pada tahun 661. Ia kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Damaskus di Suriah. Kedudukan Muawiyah sebagai khalifah dilanjutkan keturunan dan kerabatnya yang menjadi anggota Bani Umayyah hingga tahun 750 M. Hal tersebut yang membuat Dinasti Umayyah menjadi dinasti khalifah pertama yang memerintah. Dari keluarga Sufyan pindah ke Marwan , meskipun diakui sebagai pendiri Dinasti Umayyah, keluarga Muawiyyah hanya memerintah selama tiga generasi. Cucunya Muawiyyah II ibn Yazid, tak pernah diakui sebagai khalifah karena telalu lemah. Ia akhirnya di turunkan oleh anggota keluarga Umayyah lainnya, Marwan ibn Al Hakam, pada tahun 684. Selanjutnya keturunan Marwan yang memerintah hingga dinasti Abbasiyyah menjungkalkan kekuasaan mereka pada tahun 750.
Dari persia pindah ke baghdad, dinasti abbasiyah adala keturunan Abbas bin Abu Muthalib anggota Bani Hashim sebagaimana halnya Nabi Muhamad. Semasa pemerintahan Marwan II Bani Abbasiyyah memulai perlawanan di wilayah persia seperti haran dan khorasan. Mereka mendapat dukungan kuat dari mawali, golongan muslim yang bukan berasal dari Arab. Pada tahun 750 perlawanan mereka mencapai puncaknya. Dibawah pimpinan Abu al’-Abbas as-Saffah, Bani Abbasiyyah berhasil menjungkalkan kekuasaan Dinasti Umayya. Khalifah kedua Abbasiyyah, Al Mansur, memindahkan pusat kekuasaan ke Baghdad dimana mereka kemudian terus memerintah hingga tahun 1258M.
Bangkutnya keturunan Sang Nabi Pada awal abad ke-10, Abdullah Al-Mahdi Billah memulai pergerakan terhadap Dinasti Abbasiyyah di kalangan Berber, suku-suku penghuni wilayah Afrika Utara. Ia keturunan putri Sang Nabi, Fatimah yang menikah dengan salah seorang dari khulafaur-Rasyidin yaitu Ali bin Abi Thalib. Dinasti yang didirikannya kemudian dikenal dengan nama Dinasti Fatimiyyah. Pada tahun 972, keturunan langsung Al-Mahdi, Abu tamim Ma’add Al-Mu’izz li-Din Allah, bertakhta dengan gelar khalifah, menandingi khalifah Dinasti Abbasiyyah di Baghdad.

Sumber : http://rizkyahmadfirdaus.wordpress.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: