Keutamaan Shalat Dhuha


Membiasakan shalat dhuha merupakan perkara yang sangat baik dan dicintai Allah. Seorang Muslim yang berusaha membiasakan shalat ini berarti ia membiasakan untuk mengutamakan dzikir di tengah-tengah aktivitas dunianya sehingga membawanya kepada mahabbah kepada sang Pencipta.

Berikut hadits-hadits yang menerangkan keutamaan shalat dhuha.

HADITS 1/1140

Abu Hurairah ra berkata, “Teman dekatku (Muhammad saw.) berpesan kepadaku agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘Alaih)

Keterangan :

1. Hadits ini menjelaskan keutamaan puasa tiga hari dalam sebulan, shalat dhuha dua rakaat, dan shalat witir.
2. Nabi memberikan contoh agar kita suka memberikan pesan yang baik.
3. Shalat witir sebelum tidur disunnahkan bagi orang yang tidak yakin bisa bangun di akhir malam, Karena shalat witir lebih utama dikerjakan di akhir malam.

HADITS 2/1141

Abu Dzar ra berkata, Nabi Saw bersabda, “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat mungkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)

Keterangan :

1. Kita dianjurkan untuk shalat dhuha karena shalat dhuha memiliki keutamaan tersendiri
2. Menurut yang dicontohkan Nabi, jumlah minimal shalat dhuha adalah dua rakaat
3. Pengertian sedekah yang sangat luas, bahkan mencakup berbagai macam jenis kebaikan.

HADITS 3/1142

Aisyah ra berkata, “Biasanya Rasulullah saw melakukan shalat dhuha empat rakaat dan beliau menambah sampai tak terbatas.”(HR Muslim)

Keterangan :

Jumlah rakaat shalat dhuha tidak ada batas maksimalnya. Akan tetapi, hadits-hadits lain menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah melakukan shalat dhuha lebih dari delapan rakaat dan tidak pernah menganjurkan lebih dari dua belas rakaat.

HADITS 4/1143

Ummu Hani (Fakhitah) binti Abu Thalib ra berkata, “Pada penaklukan kota Makkah, aku datang untuk menemui Rasulullah saw. Saat itu, beliau sedang mandi. Selesai mandi, beliau shalat sunah delapan rakaat. Shalat itu adalah shalat dhuha.” (Muttafaq ‘Alaih)

sumber : Yusal Sunjaya’s Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: