Keutamaan Memaafkan


Di hari kiamat, ada dua orang manusia tengah bertekuk lutut di hadapan Tuhannya. Salah seorang diantara mereka berkata, “Wahai Tuhanku, pindahkanlah untukku pahala saudaraku ini atas kezalimannya kepadaku!”

“Bagaimana mungkin engkau melakukan itu, sementara tidak tersisa sedikit pun bagi saudaramu kebaikan dari seluruh amal perbuatannya?” jawab Tuhan.

“Bukankah hari ini adalah hari agung ketika setiap orang harus menerima balasan setimpal atas dosa yang diperbuat mereka selama di dunia?” protes sang hamba.

“Angkatlah kepalamu, lihatlah apa yang ada di depanmu!” kata Tuhan.

“Wahai Tuhanku, aku melihat kota-kota yang terbentang luas lengkap dengan emas dan istananya. Emas yang berbalut mutiara. Sungguh, untuk nabi manakah ini? Untuk kaum shiddiqin manakah ini? Untuk kaum syuhada manakah ini?” tanya sang hamba.

“Untuk orang yang mampu membayar harganya!” jawab Tuhan.

“Dengan apakah gerangan membayar semua itu?” tanya sang hamba penasaran.

“Dengan pemberian maafmu untuk saudaramu,” jawab Tuhan.

“Wahai Tuhanku, sungguh aku telah memaafkan kezalimannya,” seru sang hamba penuh harap.

“Sekarang gandenglah tangan saudaramu itu dan ajaklah masuk ke surga!” jawab Tuhan.

Ketika menerima wahyu hadis ini, Nabi saw. sampai tersenyum lebar. Betapa tidak rugi menjadi seorang Muslim. Orang yang zalim dan dizalimi pun bisa sama-sama memiliki kesempatan masuk surga selama keduanya menyadari dan saling memaafkan.

Namun, alangkah lebih baik lagi apabila semua hak itu justru ditunaikan sejak di dunia. Tidak menunggu penghisaban mahadahsyat di akhirat.

Rasulullah saw. bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan damaikanlah orang-orang yang berselisih di antara kalian. Sesungguhnya Allah selalu mendamaikan di antara orang-orang Muslim.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: