Sabar Dalam Menaati Perintah Allah


Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik bagaimana seorang hamba menghadapi ujian dalam menaati perintah Allah. Tengoklah sejarah perjalanan dakwah Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam di Makkah. Kita akan dapati bahwa ujian terus-menerus mengikuti langkah Rasulullah. Tidak pernah lelah dan tidak pernah berhenti orang-orang yang memusuhi dakwah Islam itu mengatur rencana dan muslihat untuk mencelakai Rasulullah dan agar Rasulullah berhenti berdakwah.
Ketika paman Rasulullah, Abu Thalib masih hidup, kaum kafir mendatanginya dengan memberikan tawaran berupa kesenangan dunia, yaiut harta, tahta, dan wanita tapi Rasulullah menolak tawaran itu
Rasulullah SAW. bersabda: “Kalaupun matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan risalah ini, pastilah tidak akan aku meninggalkannya hingga Allah memenangkannya atau aku binasa.”

Setelah Abu Thalib wafat, kaum kafir pun makin leluasa dan semakin menjadi-jadi dalam usahanya menghentikan dakwah Rasulullah. Tidak hanya cacian, makian bahkan penganiayaan fisik dan rencan pembunuhan dilakukan untuk menghentikan dakwah Rasulullah SAW.
“Bersabarlah (Hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.”(Q.S. An-Nahl: 127)

Rasulullah adalah teladan dalam mengimplementasikan rasa sabar ketika menjalankan ketaatan kepada Allah, meski menghadapi ujian yang sangat berat. Ujian yang kita hadapi dalam menjalankan perintah Allah mungkin tidak ada apa-apannya dibandingkan yang dialami Rasulullah Kondisi kita saat ini jauh lebih baik baik. Kita leluasa menjalankan perintah Allah tanpa ada hambatan dari pihak luar. Tapi hambatan itu justru datang dari dalam diri kita sendiri, dari hawa nafsu yang terus mendorong kita untuk melalaikan perintah Allah. Contoh kecil yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika panggilan sholat datang seringkali kita masih sibuk dengan urusan dunia. Panggilan Adzan pun diabaikan, kita pun kalah oleh nafsu dan menunda shalat atau bahkan melalaikannya.
Padahal ganjaran Allah sangat besar terhadap orang yang bersabar dalam menghadapi hawa nafsu yang senantiasa melalaikan kita dari menaati perintah Allah.
“Apa yang di sismu akan lenyap, dan apa yang ada di sisia Allah akan kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabr dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 96)

3 Tanggapan to “Sabar Dalam Menaati Perintah Allah”

  1. Sabar | Fajaribanget's Blog Says:

    […] Sabar Dalam Menaati Perintah Allah […]

  2. dealer pulsa Says:

    bagaimana membangun sebuah kesabaran dalam usaha di saat2 masa2 kritis. terima kasih

    • Eza reza Says:

      bgini sebuah kesabaran itu adalah kebulatan tekad, jdi dlm kondisi sedang terpuruk sperti itu kita hrus tetap berusaha dgn segala kemampuan, dan tdk lupa berdoa kpd Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dgn cara shalat malam, sesungguhnya Allah tdk pernah tdur, dan Dia pasti mendengar doa hamba-Nya yg tulus dan ikhlas, da insyaallah Allah pasti mengabulkan doa anda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: