Keutamaan Maulid Nabi SAW

Dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, saya mengajak
saudara-saudari sekalian untuk mari kita sama-sama membaca MAULID dan NAZAM
berikut ini supaya hati kita menjadi ingat kembali mengenai pribadi Nabi kita
yg sungguh Mulia dan Agung itu, sehingga akan semakin tumbuh rasa cinta dalam
hati kita kepadanya : Maulid At Tamimi, Nazam Maulid At Tamimi

Sabda Rasulullah, “Aku tersangat rindu kepada para Ikhwanku.”

Maka bertanyalah para sahabat, “Ya Rasulullah SAW, bukankah kami ini Ikhwanmu?”

Rasulullah SAW menjawab, “Bukan, malah kamu adalah sahabatku. Sedangkan
Ikhwanku adalah orang yang beriman denganku walaupun mereka tidak pernah
melihatku.”

Hadis ini diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA dan Anas RA dengan matan yang
sedikit berlainan.

Berikut artikel di bawah ini dipetik dari Kitab Hembusan Kesturi yg ditulis
oleh Sayyid Shaikh Muhammad bin Abdullah As Suhaimi r.h.

Telah di riwayatkan satu hadith Nabi s.a.w. seperti berikut:

Artinya: “Barangsiapa membesarkan hari kezahiranku niscaya aku akan menjadi
penolongnya pada hari kiamat dan barangsiapa membelanjakan satu  dirham untuk
Maulidku maka seolah-olah ia membelanjakan emas sebanyak  sebuah gunung untuk
agama Allah.”

Dan telah berkata Saiyidina Abu Bakar As Siddiq radhi Allahu ‘anhu: 

“Barangsiapa membesarkan Maulid Nabi s.a.w. maka sesungguhnya ia akan  menjadi
temanku di dalam Surga.

Dan telah berkata Saiyidina Umar radhi Allahu ‘anhu:

“Barangsiapa  membesarkan Maulid Nabi s.a.w. maka sesungguhnya ia menghidupkan 
agama Islam.”

      
Dan telah berkata pula Saiyidina Utsman radhi Allahu ‘anhu:

“Barang- siapa mengeluarkan satu dirham untuk membaca Maulid Rasulullah s.a.w. 
maka seolah-olah ia mati syahid didalam peperangan Badar dan Hunain.”

Dan telah berkata Saiyidina Ali karamallahu wajhahu:

“Barangsiapa  membesarkan Maulid Nabi s.a.w. maka ia tidak akan keluar daripada
dunia  melainkan keadaannya di dalam iman.”

Dan telah berkata Imam Syafi’i rahimah Ullah:

“Barangsiapa mengum- pulkan orang-orang Islam untuk menyambut Maulid Nabi
s.a.w. dengan  membaca Maulid itu dan mengadakan syarahan-syarahan
berkenaannya  serta menyediakan makanan bagi mereka dan membuat lain-lain
kebajikan,  niscaya Allah Ta’ala akan membangkitkan mereka di hari kiamat
bersama  dengan wali-wali, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang 
saleh dan ia akan berada di dalam Surga yang penuh dengan ni’mat.”

Telah berkata Al Hasan AI Basri, (muga-muga Allah Ta’ala memuliakan  rohnya):

“Aku ingin kalaulah aku mempunyai emas sebanyak gunung Uhud,  niscaya aku akan
membelanjakannya untuk membaca Maulid Rasulullah s.  a. w.”

Dan telah berkata AI Junaid AI Baghdadi rahimah Ullah:

“Barangsiapa  hadir pada majlis Maulid Nabi s.a.w. dan membesarkan keadaan
majlis itu  maka sesungguhnya ia telah menang dengan iman.”

Dan telah berkata Ma’ruf Al Kukhi (muga-muga Allah memuliakan  rohnya):

“Barangsiapa menyediakan makanan untuk membaca Maulid  Rasulullah s.a.w. dan
mengumpulkan orang-orang Islam serta menyalakan  lampu dan memakai
pakaian-pakaian yang baru den berwangi-wangi serta  bercantek dengan tujuan
membesarkan Maulidnya s.a.w. maka Allah Ta’ala  akan ngumpulkan dia di padang
Mahsyar di hari kiamat kelak bersama  dengan kelompok-kelompok yang pertama di
antara Nabi-nabi dan ia akan  mendapat setinggi-tinggi tempat di dalam Surga.”

Dan telah berkata As Sirri As Saqati:

“Barangsiapa pergi ke tempat  yang ada dibaca di situ Maulid Nabi s.a.w. maka
sesungguhnya ia diberi  satu daripada kebun-kebun Surga karena ia pergi ke
tempat itu tidak lain  karena cinta kepada Rasulullah s.a.w.”

Dan telah bersabda Rasulullah s.a.w.

Artinya: “Barangsiapa cintakan aku niscaya ia akan berada bersamaku di  Surga.”

Sedia maklum bahwa menyambut Maulid Nabi s.a.w. dengan cara- cara yang telah
tersebut dahulu itu nyatalah berarti kita cinta kepadanya

Dan telah berkata Sultan Wali-wali (‘Arifin), Jalaluddin As Suyuti  rahimah
Ullah:

“Barangsiapa orang Islam yang dibacakan di dalam  rumahnya Maulid Nabi s.a.w.
niscaya Allah Ta’ala akan menghilangkan den  menjauhkan kemarau dan kecelakaan,
balak, penderitaan, kebencian,  hasad, kejahatan dengki terhadap ahli-ahli
rumah itu dan apabila ia mati  maka Allah Ta’ala akan memudahkan dia menjawab
akan soalan-soalan  Munkar dan Nakir dan akan mendapat tempat bersama
orang-orang yang  benar disisi Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Besar
kerajaanNya.”
      
Dan ia berkata lagi: “Tiada sebuah rumah atau masjid atau tempat  dibaca di
dalamnya akan Maulid Nabi s.a.w. melainkan Malaikat-malaikat  melindungkan
ahli-ahli tempat itu dan Allah Ta’ala akan melimpahkan  rahmatNya kepada mereka
dan Malaikat-malaikat yang berpangkat besar  seperti dan Jibrl dan Mikail,
Israfil, Quryail, Ainail dan lain-lainnya mendoakan  kebaikan sesiapa yang
menganjurkan dan menyebabkan adanya majlis  bacaan Nabi s.a.w.”

      
Dan telah berkata Imam Al Yafi’i,

“Barangsiapa mengumpulkan orang- orang Islam untuk sesuatu majlis membaca
Maulid Nabi s.a.w. dan  menyediakan makanan dan mengadakan tempat baginya dan 
mengerjakan lain-lain kebajikan maka Allah Ta’ala akan membangkitkan dia  pada
hari Kiamat bersama-sama dengan Wali-wali dan orang-orang yang  saleh dan
orang-orang yang mati syahid dan ia akan berada di dalam  Surga Na’im.”

Telah dihikayatkan bahwa pada zaman Amirul mu’minin Harun Ar  Rasyid bahwa ada
seorang muda di dalam bandar Basrah yang terlalu  pemboros dan buruk perangai
dan ahli-ahli negeri itu telah memandang  kepadanya dengan pandangan yang hina
dengan sebab perbuatan dan  perangainya yang buruk itu. Tetapi pemuda ini,
apabila sampai bulan Rabiul  Awwal maka ia telah membasuh pakaian-pakaiannya
dan berwangi-wangi  serta berhias dan mengadakan jamuan dan pula ia telah
meminta  dibacakan kisah Maulid Nabi s.a.w. di dalam jamuan itu, maka ia
tetaplah  mengerjakan seperti itu tiap-tiap tahun selama beberapa tahun.

Kemudian apabila ia mati maka penduduk-penduduk negeri itu telah  mendengar
suatu teriakan berkata: “Datanglah wahai ahli Basrah dan  saksikanlah jenazah
seorang Wali Allah Ta’ala karena dia itu mulia di sisi  Allah.”

Maka orang-orang Basrah pun datanglah kepada jenazahnya dan  mengebumikannya,
kemudian mereka telah melihatnya didalam mimpi  bahwa ia sedang bersiar-siar
dengan pakaian dan perhiasan ahli Surga,  yaitu ‘sondosen wastabraq’, lalu ia
telah ditanya, “Sebab apa engkau telah  menerima kelebihan besar ini?” Jawab
pemuda itu: “Sebab aku  membesarkan Maulid Nabi s.a.w.”

Telah dihikayatkan juga bahwa pada zaman Khalifah Abdul Malik bin  Maruan

bahwa ada seorang muda yang elok parasnya di dalam negeri  Syam dan ia suka
bermain dengan menunggang kuda. Maka pada satu hari  ia telah menunggang
kudanya dengan laju melalui hadapan pintu Gedung  Khalifah itu tiba-tiba
terlanggarlah dengan salah seorang anak baginda  yang kebetulan ada di situ,
lalu anak baginda itu pun mati.

Maka berita itu telah sampailah dengan segera kepada Khalifah dan  Khalifah pun
memerintahkan supaya pemuda itu dibawa menghadapnya.  Apabila pemuda itu telah
hampir kepada Khalifah maka teringatlah pada  hatinya hendak bernazar bahwa
sekiranya Allah Ta’ala melepaskan dia  daripada angkara itu maka ia akan
mengadakan jamuan yang besar dan ia  akan meminta dibacakan Maulid Nabi s.a.w.
di dalam majlis jamuan itu.

Apabila pemuda itu sampai di hadapan Khalifah dan Khalifah  memandang
kepadanya, tiba-tiba baginda telah tertawa, padahal baru  sebentar tadi baginda
telah berasa terlalu murka, lalu baginda bertanya  kepada pemuda itu: “Adakah
engkau pandai ilmu sihir?” Jawab pemuda itu,  “Demi Allah tidak sekali-kali hai
Amirul mu’minin.” Berkata baginda: “Baiklah  aku ampunkan engkau, tetapi
katakanlah kepada aku apakah rahasia  engkau?” Jawab pemuda itu: “Aku telah
berkata di dalam hatiku, sekiranya  Allah melepaskan aku daripada angkara yang
sangat berat ini, aku akan  mengadakan satu jamuan bagi Maulid Nabi s.a.w.”
      
Baginda berkata: “Tadi aku sudah ampunkan engkau dan sekarang  ambillah pula
seribu dinar untuk perbelanjaan Maulid Nabi s.a.w. itu dan  engkau sekarang
terlepaslah daripada sebarang balasan bagi membunuh  anakku itu.”
      
Maka pemuda itu pun keluarlah dan telah selamat daripada balasan  bunuh dan
telah menerima pula seribu dinar ialah dengan berkat Maulid  Nabi s.a.w.

Sayugialah semua orang-orang Islam mengambil berat dan gemar  membaca Maulid
Penghulu Besar kita keturunan Adnan itu, karena dengan  sebabnya telah
dijadikan sekalian arwah dan benda-benda, dari itu  memang sesuai dibelanjakan
harta benda untuk mengingatkannya dan  membesarkannya. Muga-muga Allah Ta’ala
menjadikan kita sekalian gemar  dan suka membaca Maulid Nabi kita yang mulia
itu dengan berkekalan dan  membelanjakan uang baginya pada masa-masa dan
hari-hari yang  tertentu. Amin !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: