Hizbusy Syaithan (Golongan Setan)

Dua Kelompok Manusia

Meskipun Allah SWT telah mengambil kesaksian kepada manusia tentang rububiyah-Nya saat mereka masih berada di alam ruh dan mengatakan “balaa syahidnaa” (Ya kami menyaksikan), namun dalam realitas kehidupan masih kita temukan kelompok manusia yang selalu mengingkari Allah SWT. Pada akhirnya mereka senantiasa mengingkari kebenaran yang telah dibawa para Nabi dan Rasul-Nya. Setiap risalah yang diserukan oleh para Rasul selalu saja mereka mendustakannya. Bahkan mereka dengan sengaja menjadikan diri mereka sebagai front penentang setiap kebenaran yang dibawa oleh para Rasul.

Peristiwa seperti ini terjadi sepanjang masa. Setiap kali Allah mengutus seorang Rasul, selalu saja ada yang menentangnya. Ada yang menyambutnya, tetapi jumlahnya sedikit, dan kebanyakan dari umat manusia ini menentangnya.

Maka jelas bagi kita bahwasanya manusia terbagi menjadi dua kelompok atau dua golongan yang terus bermusuhan sepanjang sejarah peradaban dan kehidupannya. Sebagian mereka ada yang sangat tunduk dan patuh kepada setiap seruan dan ajaran yang dibawa para Nabi dan Rasul. Mereka senantiasa meyakini kebenaran ayat-ayat Ilahiyah yang ditilawahkan dan diajarkan para Rasul, tampil sebagai pembela kebenaran dan berjuang dengan segala pengorbanan demi tegaknya kalimat “laa ilaaha illallah” di persada dunia. Mereka itulah yang disebut “Hizbullah” (Partai Allah) oleh Al-Qur’an. Dan sebagian yang lain ada yang menjadi kelompok pendukung dan pembela kebatilan, kekufuran dan kemunkaran, serta menjadi penghalang dan penentang ajaran kebenaran yang diajarkan oleh Allah melalui para Rasul-Nya. Itulah yang dinamakan dengan Hizbusy-syetan (partai syetan)

Perhatikan beberapa firman Allah berikut ini;

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (Q.S. 16:36)

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.” (Q.S. Al-Mujadilah:19)

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itu orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya…Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itu golongan yang beruntung.” (Q.S. ِAl-Mujadilah: 22)

Dari beberapa ayat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwasanya hizbusy syaithan ini terus berada dalam kesesatan dan kebatilan. Mereka tak henti-hentinya menebarkan kesesatan dan kebatilan ini dengan segala cara selama ada kesempatan. Mereka juga terus mempengaruhi manusia yang lain agar mau bersama-sama mereka untuk memperjuangkan keyakinannya dan menghasungnya dalam rangka bermaksiat kepada Allah.

Langkah-langkah Hizbus Syaitan

Hizbusy Syaithan tidak akan tinggal diam untuk mewujudkan keinginan dan impian-impiannya. Mereka senantiasa melangkah untuk menghimpun manusia-manusia yang bisa dipengaruhinya Inilah beberapa langkah yang ditempuh oleh mereka;

Pertama, mereka berusaha keras mengeluarkan manusia dari cahaya Allah dan nilai-nilai keimanan.

Allah berfirman; “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (al-Baqarah:257).

Kedua, tazyiin (memandang bagus kemaksiatan)

Mereka berusaha embangun image positif kepada manusia bahwa kemaksiatan sebuah keindahan, melakukan kemunkaran sebagai hak asasi dan meyakini kemaksiatan sebagai media perenungan karunia Allah sementara ketatan kepadaAllah itu menyeramkan. Di antara image yang dibangun, syariat islam identik dengan terorisme, poligami, kekerasan, pembunuhan dan lain-lain. Inilah fenomena yang terjadi dewasa ini, fenomena masyarakat didominasi oleh penyakit syahwat dan syubhat.

Allah berfirman; “Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.” (Fushilat:25)

Ketiga, taswis (membisikkan kejahatan dan membangun keraguan dalam hati manusia).

Hizbusy-syetan selalu menyampaikan kepada manusia bahwa apa yang diajarkan oleh rasul itu tidak sesuai dengan realitas. Ajaran itu sudah kuno, kaku, tidak fleksibel, kering, dan sederret istilah yang semuanya tidak enak didengar. Semua itu dibisikkan ke dalam hati manusia untuk membangun keraguan di dalam hati manusia-manusia lain akan kebenaran Islam. Mereka selalu mengingkari ayat-ayat Ilahiyah dan tidak pernah menempuh jalan yang membawa petunjuk.

Allah berfirman; “..dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” (an-Nas:4-6)

Ciri-ciri Hizbusy Syaithan

Alangkah buruknya tindakan hizbusy-syetan ini. Karena itulah kta perlu mengenali sifat kelompk ini agar bisa menghindarinya.

Setiap kelompok memiliki ciri-ciri khusus yang menjadi karakter pembeda antara satu dengan yang lain. Sebagaimana hizbullah memiliki ciri-ciri atau muwashafat yang berkaitan dengan nilai-nilai ketaqwaan dan kemuliaan, maka hizbusy syaitan juga memiliki ciri-ciri tertentu sebagai berikut;

Pertama, selalu lupa kepada Allah (ghaflah).

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (al-Hasyr:19)

Manusia dari golongan dan status apa saja apabila sudah dikuasai syaitan, niscaya ia akan lupa kepada Allah ta’ala. Dan pada akhirnya mereka akan mudah melakukan pelanggaran-pelanggaran dan menikmati hal-hal yang dilarang Islam. Coba kita renungkan kembali manusia-manusia yang saat ini duduk di tiga lembaga tinggi Negara, bagaimana perbuatan dan tindakan mereka yang selama ini dikuasai setan. Dan juga masyarakat kita yang masih bersama-sama setan, sebagaimana yang dilakukan oleh mereka dalam lembaran-lembaran kehidupan selama ini.

Kedua, mengekor hawa nafsu

Ketika seseorang lupa dengan Allah, maka orientasi hidupnya dunia, dan pemandu hidupnya adalah hawa nafsu

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang buruk yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (Maryam:59)

Ketiga, menjauhi Al-Qur’an

Sebagai konsekuensi dari mengikuti hawa nafsu, Hizbusy-syetan hidup tidak berpedoman al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Mereka justru meninggalkan al-Qur’an dan menambil pandangan sendiri. Bahkan selalu mengajak orang untuk menjauhi al-Qur’an dan mengikuti pandangan dan falsafahnya sendiri.

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-Ku mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya…” (al-A’raf:146)
Keempat, dikuasai syaitan

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (al-Hasyr:19)

Kelima, loyal kepada musuh-musuh Allah.

“Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (al-Baqarah:257)

Itulah beberapa ciri hizbusy-syetan. Semoga kita senantiasa termasuk penentang golongan ini dan menjadi hizbullah sepanjang kehidupan kita. Mereka akan hilang dan musnah, sementara hizbullah akan terus eksis dan memetik kemenangan sesuai janji Allah SWT. Wallahu A’lam

Ditulis dalam Islam. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: