Pandangan Islam Tentang Perayaan Tahun Baru Masehi

Tinggal menghitung jam kita akan meninggalkan tahun 2011 M, dan akan memasuki tahun 2012. Yang sebenarnya kita sebagai Muslim sudah menginjak tahun yang baru yaitu 1433 H. Perayaan tahun baru masehi sering diikuti oleh sebagian umat Islam terutama di Indonesia. Merayakan dengan cara meniup terompet dan berfoya-foya pada saat malam tahun baru, Islam memiliki pandangan sendiri tentang perayaan Tahun Baru Masehi milik umat Nasrani itu. Ada beberapa pendapat tentang perayaan tahun baru.

1. Pendapat yang Mengharamkan

a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir

Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.

Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke Eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.

Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.

b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir

Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.

c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat

Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.

Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.

d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid`ah

Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.

2. Pendapat lain

Pendapat disini adalah bagaimana cara kita “merayakan” tahun baru ini misalnya kita menginstropeksi diri kita pada saat malam tahun baru, apa apa saja yang telah kita lakukan pada tahun 2011, kesalahan apa saja yang telah kita buat lalu kita memperbaikinya di tahun 2012 kelak.
Lalu niatkan malam tahun baru untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan melakukan shalat tahajud pada malam pergantian tahun.
Dan yang terpenting tidak menghambur-hamburkan uang secara percuma di malam tahun baru. Wallahualam

About these ads
Ditulis dalam iman islam. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Pandangan Islam Tentang Perayaan Tahun Baru Masehi”

  1. hennie Says:

    thanks artikel yaa semoga bermanfaat bwt kite semue,,,


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: